Membuat Trading Plan Saham Ala Trader Professional

trading plan saham

Menentukan trading plan saham merupakan salah satu faktor keberhasilan kita dalam trading di pasar saham

Trading plan ini bisa dibilang seperti ikhtiar kamu dalam trading saham.

Tentunya kita trading gak mungkin tanpa rencana, semua harus direncanakan dengan baik, karena kita mainnya sama duit beneran.

Trading plan adalah strategi yang dijadikan panduan untuk jual-beli saham di tengah perdagangan yang  sangat volatile. (Volatile = tidak stabil)

Mengapa sih harus banget ada trading plan?

Di dalam saham, kita  tidak hanya mengenal naik atau turunnya harga, namun juga ada aspek psikologi manusia yang tidak dapat dihindari dan tidak dapat dilihat.

Adanya trading plan membantu kita untuk tetap fokus pada rencana kepemilikan saham tersebut. Sehingga, trading plan dapat digunakan sebagai acuan pengambilan keputusan tanpa ada bias.

Karena bias ini sangat amat berpengaruh ke keputusan jual beli, contoh gampangnya seperti keyakinan kita kepada satu saham tertentu karena udah pernah cuan sekali, pengaruh dari berita atau ajakan pom-pom, dan bias-bias yang lainnya.

That’s way aku bilang trading plan itu penting banget untuk menghindari psikologi dari hal-hal yang tidak diinginkan di saham seperti jual saham terlalu cepat atau nyangkut puluhan persen karena nggak tega untuk cut loss.

Nah trading plan ini akan membantu kita sehingga bias-bias tersebut tidak terjadi.

Lalu bagaimana cara membuat trading plan?

Newbie seringkali bingung dengan rencana trading ini, akhirnya ikut-ikutan aja, dan di ending kalo sahamnya ga naik cuma bisa nyalahin orang lain.

Berikut 5 Langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengatur “Your Own Trading Plan Saham”.

1. Tentukan Tipe Trading

Tentukan tipe trading setiap saham, we all know di bursa saham ada saham first liner like LQ45, Second liner, and third liner atau yang sering disebut gorengan.

Tentuin dulu kamu mau di saham mana first, second, or third liner. Hal ini bertujuan untuk melihat seberapa lama kamu dapat hold saham tersebut.

Kalian bisa mempelajari dengan jelas tentang tipe trading diartikel ini Trading Saham Adalah

2. Tentukan Risk Reward Ratio

Risk Reward ratio adalah seberapa besar perbandingan resiko dengan reward yang akan didapatkan.

Sekali lagi, trading saham memiliki resiko (aku harap kamu memahami ini ya, tidak ada trading yang non risk).

Semakin besar resiko yang kamu berani tanggung, maka semakin besar pula reward yang akan kamu dapatkan.

Usahakan dan memang harus, saham yang kamu pilih memiliki reward yang lebih tinggi dari risknya.

Misal, kamu membeli saham ABCD di harga 700, support di harga 600, dari harga pembelian kamu dapat melihat bahwa saham ABCD bisa naik hingga resistennya di harga 1000.

Maka ini pilihan yang baik.

Risk        = Jarak harga beli dengan Support = |700-600| = 100

Reward = Jarak harga beli dengan Resisten = |700-1000| = 300

Risk lebih kecil dari pada reward.

Sedangkan jika kamu tahu Risk > Reward maka sebaiknya tidak membeli saham tersebut.

3. Tentukan Position Size (Pasang Stop Loss)

Pastinya kamu gak asing dengan istilah stoploss ini, karena ini adalah yang terpenting dalam trading plan saham.

Stop loss adalah besarnya kerugian yang dapat kamu tanggung, biasanya titik stoploss diambil dari titik supportnya.

But beberapa orang punya preferensi yang berbeda, ada yang menggunakan titik support sebagai titik stoploss, ada pula yang ketat stoploss dengan menentukan batas persentase, misal 2%, 3%, atau 5%.

Dengan mengetahui titik stoploss ini maka kamu bisa mengatur seberapa besar jumlah saham yang dapat kamu pegang.

Harga saham ABCD di 700

Support di 600, jarak harga beli dengan support sebesar 100 (700-600)

kamu siap menanggung rugi 50.000

Maka,

= 50.000/100/100

= 5 lot

4. Tentukan Posisi Taking Profit

Taking profit adalah aktivitas trader menjual saham di harga yang lebih tinggi dari harga beli sebelumnya.

Biasanya trader menggunakan titik resisten sebagai acuan resisten dan menjulanya di harga-harga bawah dekat dengan resistennya.

Tapi sekali lagi, untuk aktivitas taking profit pun tergantung preferensi si trader itu sendiri ya.

Jika merasa cuan 2% atau 3% sudah cukup, bisa di TP.

Oleh karena itu, penting untuk kita mengetahui tipe trading yang kita jalani. Apakah tipe yang cepat (Scalper), menengah (Swinger), lama (Investor).

5 Rekap Jurnal

Setelah semua aktivitas diatas dilakukan, setiap selesai perdangan bursa, wajib bagi kita merekap harga closing setiap emiten yang dipunyai dalam portofolio, dan update automatic order setiap saham.

Tujuannya adalah untuk melihat hasil secara keseluruhan dan mengevaluasi cara trading kita.

Setidaknya catat jarak setiap emiten dengan harga closing terakhir, jika ada yang menyentuh Titik TP atau Titik SL bisa ditandai dengan warna (Jangan dihapus).

Tidak lupa juga untuk menghitung total keuntungan atau total kerugian dari keseluruhan portofolio.

Dengan begitu kamu akan tahu kualitas trading yang kamu jalani. Setelah buat trading plan, kamu pun harus disiplin jalaninnya, ke depan pasti akan banyak hal-hal yang menggiurkan untuk kamu ubah trading plan kamu.

Tapi ga usah liat kanan-kiri, kalo km udah ngeset trading plan ini trading pasti akan jauh lebih safe dan lebih punya arah

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kamu agar paham tentang cara membuat trading plan saham yang baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *