Saat IHSG terpuruk dalam, bagaimana solusinya?

Halo reader MSI..

Hari ini, Senin 09 Maret 2020, IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia merosot sangat dalam hingga ke harga 5.133,151 dan ditutup di harga 5.136,809 atau melemah sebesar -6.58%.

Sepanjang tahun 2020, penurunan nilai ini adalah yang terbesar yakni sebanyak -361.731 poin.

Pasti kaget ya.. nilai yang sangat besar tentunya.

Kondisi IHSG yang terus-menerus melemah salah satunya disebabkan oleh virus Corona atau Covid-19 yang berasal dari Kota Wuhan, China.

Meskipun kondisi penyebaran virus Corona ini telah banyak terkontrol dan bahkan banyak pasien yang dinyatakan sembuh namun sepertinya belum mampu memulihkan kondisi pasar modal Indonesia.

Banyak Trader mengeluhkan hal ini, tentu saja karena lemahnya IHSG ikut menjadi penyumbang melemahnya sebuah saham sehingga menyebabkan nilai saham tertentu mengalami defisit cukup dalam.

Istilahnya adalah “Saham Nyangkut”.

Saham nyangkut membuat trader harus berpikir berkali-kali saat mengambil keputusan, apakah akan menunggu koreksi, atau akan cutloss atau membuang saham tersebut meskipun rugi.

Sebenarnya, tidak semua saham yang nyangkut adalah jelek, seluruh pemain di pasar modal pasti pernah merasakan ini.

Namun apabila Anda dapat mencermati ini lebih dalam,

Harga saham yang turun BUKANlah MUSIBAH melainkan ANUGRAH

Mengapa demikian?

Investor sejati pasti tahu jawabannya

Ini adalah momentum yang tepat untuk membeli barang dengan harga MURAH

Membelanjakan uang Anda kemudian menginvestasikannya ke saham adalah pilihan yang tepat untuk menjadi investor sukses.

 Seperti yang dilakukan Warren Buffett, seorang investor sukses yang memiliki kekayaan sebanyak 81,7 Miliar USD, semasa hidupnya menjadi investor, ia hanya membeli dan menyimpannya saja.

Dia tidak panik meskipun saat itu tahun 2016  saham mengalami fluktuasi pasar yang tidak terkendali.

Menurutnya, “Jika seseorang berusaha membeli dan menjual saham, dan cemas mengenai kapan mereka harus bersabar sedikit.. dan berpikir mereka seharusnya menjual saat harga sahamnya naik, maka mereka tidak akan mendapat hasil yang bagus”.

Buffett menyarankan investor agar bersantai menghadapi masalah ini dan menghabiskan waktu untuk mendekatkan hubungan dengan keluarga.

“Selama Anda berinvestasi dengan tepat demi mencapai tujuan Anda, maka jauhilah portofolio Anda”.

Investor sejati seperti Warren Buffett tidak akan mengambil keputusan untuk menjual saham di kala seperti ini.

Turunnya harga IHSG seharusnya menjadi ladang bagi para pemain pasar modal untuk semakin menanamkan modalnya pada emiten yang diyakini mampu untuk mencetak laba.

Karena semakin murah Anda beli, maka semakin untung juga Anda dikemudian hari.

Ingat, mulailah dari yang kecil, tanamkan dan lihat perkembangan pohon investasi Anda.

Pohon investasi saham

Selama perusahaan yang Anda pilih tepat, baik dari sisi manajemen maupun perolehan profitnya, maka seberapapun kasus yang sedang mengguncang tidak akan menghalangi perusahaan ini untuk maju.

Yakinlah bahwa perusahaan yang Anda pilih akan mampu mengembalikan harga saham ke level tertingginya.

Sehingga Anda tidak perlu bekerja, penghasilan Anda akan tetap mengalir dari hasil investasi seperti WARREN BUFFETT.

Semoga artikel ini dapat membantu menenangkan Anda dan menghindarkan Anda dari ketidakseimbangan nilai saham,

Master Saham akan kembali lagi dengan artikel menarik lainnya.

Jika Anda menyukai artikel ini, silahkan bagikan agar orang-orang disekitar Anda dapat dengan cerdas mengenal apa itu INVESTASI yang SUKSES.

Master Saham Indonesia
MSI memberikan edukasi kepada anda tentang cara berinvestasi di pasar modal, serta tips berinvestasi hingga menjadi Master
https://mastersaham.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *