4 Jenis Reksadana Cocok Untuk Pemula

Investasi Reksadana Tanpa Ribet

MSI akan memberikan Jenis Reksadana yang cocok untuk pemula, tetapi sebelumnya anda harus mengetahui point dibawah ini,

Reksadana adalah salah satu instrumen investasi keuangan yang dihimpun oleh Manajer Investasi (MI) dan diawasi langsung oleh OJK.

Manajer Investasi atau yang sering disebut MI adalah pihak ketiga (bisa berupa perusahaan/perseorangan) yang ditunjuk investor untuk mengelola dananya.

Proses Pengelolaan Data Oleh MI, Pengelolaan yang dimaksud adalah untuk membantu investor mengembangkan dana tersebut yang dimasukkan dalam Portofolio Efek Manajer Investasi. Sebagai imbalannya, sebagian hasil dari keuntungan investasi akan diserahkan kepada Manajer Investasi.

Semua investasi pasti beresiko, tingggi- rendahnya resiko ditentukan dari profil dan wawasan kita sendiri mengenai dunia investasi. Mengapa? Karena profil resiko setiap orang berbeda-beda.

Ada yang menganggap resiko 20% dari total dana adalah terlalu besar, namun ada yang menganggap terlalu sedikit, mengingat return yang dihasilkan yang diperkirakan akan menghasilkan return sebesar 70%.

Itulah mengapa sangat penting untuk mengetahui batas toleransi resiko yang dapat kita tanggung dalam berinvestasi, agar kita juga dapat memprediksi kapan kita akan menerima keuntungan dari investasi tersebut.

Berikut ini adalah jenis reksadana yang sangat cocok untuk pemula, yang digolongkan berdasarkan tingkat resikonya:

1. Reksadana Pasar Uang (1-2 Tahun)

Reksadana Pasar Uang adalah reksadana dengan resiko yang paling minim, dan tergolong paling aman, namun memiliki return yang tidak terlalu besar.

Sebab, dalam Pasar Uang, dana yang dikelola MI umumnya di investasikan ke dalam 100% pasar uang seperti Deposito dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Tujuan dari Reksadana Pasar Uang adalah untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal si investor agar dana dapat digunakan kembali.

Investasi pada Reksadana Pasar Uang boleh dibilang sangat cocok untuk kebutuhan investasi jangka pendek, karena dalam seharipun dapat memperoleh keuntungan meskipun keuntungannya masih sangat kecil.

Jangka waktu yang ideal untuk investasi ini adalah 1-2 tahun, namun apabila ingin lebih lama berinvestasi Anda dapat memilih Reksadana jenis lain demi mendapatkan profit yang lebih tinggi.

Meskipun memiliki return yang tidak terlalu besar, tapi tenang saja. Jenis investasi reksadana pasar uang masih memiliki return yang lebih tinggi kok jika dibandingkan dengan deposito di Bank.

Berikut nama-nama Perusahaan Reksadana Jenis Pasar Uang yang memiliki return yang sangat baik dalam beberapa tahun terakhir.

Reksadana Pasar Uang

Sumber: Bareksa.com

Pada gambar diatas dapat kita lihat bahwa kinerja Reksadana Pasar Uang memiliki return yang lebih tinggi dari bunga Deposito yang hanya berkisar 4%an saja.

Reksadana Pasar Uang sangat cocok untuk Anda yang baru menggeluti dunia investasi karena jenis ini memang di peruntukkan bagi orang yang belum dapat menanggung resiko kerugian yang lebih tinggi atau bahkan tidak ingin ada kerugian sama sekali.

2. Reksadana Pendapatan Tetap (2-3 Tahun)

Satu tingkat diatas Reksadana Pasar Uang adalah Reksadana Pendapatan Tetap.

Pada reksadana jenis ini, Manajer Investasi akan mengelola dana investor dengan mayoritas 80% dialokasikan pada instrument keuangan obligasi pemerintah maupun swasta, kemudian sisanya akan di tempatkan pada reksadana pasar uang. Sehingga penekanan resiko masih cenderung stabil.

Umumnya, investor yang memilih jenis reksadana ini telah mengerti dengan betul bahwa setiap investasi memiliki resiko untung-rugi. Pada tahap ini investor telah mampu mengambil resiko namun toleransinya terhadap resiko atau kerugian masih cenderung kecil.

Reksadana Pendapatan Tetap biasanya diambil dalam kurun waktu 2-3 tahun karena pada kurun waktu inilah dana yang diinvestasikan baru akan memberikan return yang optimal.

Reksadana Pendapatan Tetap

Sumber: Bareksa.com

3. Reksadana Campuran (4-5 Tahun)

Jenis reksadana campuran adalah reksadana yang dikelola pada berbagai instrument keuangan.

Umumnya proporsi pembagian reksadana campuran terdiri atas saham, obligasi, dan pasar uang. Manajer Investasi dapat meracik instrument keuangan untuk mendapatkan keuntungan yang paling optimal.

Dan biasanya Investor yang melakukan transaksi pada reksadana campuran telah mengetahui banyak instrument keuangan dan ingin mendiversifikasikan dananya agar mendapatkan keuntungan dan menghindari terlalu banyak resiko.

Reksadana Campuran  memiliki return yang lebih tinggi dari pada kedua jenis reksadana yang telah disebutkan diatas namun return yang dihasilkan masih lebih rendah bila dibandingkan reksadana jenis saham.

Lama jangka waktu investasi pada reksadana campuran disarankan pada kisaran 4-5 tahun, mengingat resikonya yang lebih tinggi dari pada pasar uang dan pendapat tetap.  Karena jika jangka waktunya diberlakukan sama dengan kedua jenis investasi di atas maka hanya mendapatkan return yang sedikit atau bahkan dapat minus yang berujung pada kerugian seperti table kinerja reksadana Campuran berikut ini.

Reksadana Campuran

Sumber: Bareksa.com

4. Reksadana Saham (> 5 Tahun)

Jenis reksadana saham adalah jenis reksadana yang paling berisiko tinggi namun memiliki return yang paling besar.

Seluruh dana yang diinvestasikan akan dialokasikan 100% pada saham. Pada tingkat ini, investor sudah mengetahui betul dan siap menerima segala kemungkinan akibat fluktuasi harga.

Reksadana saham memiliki nilai yang sangat fluktuatif, maka dari itu jangka waktu penempatan investasi reksadana saham disarankan untuk lebih dari 5 tahun dan tidak diambil sebelum itu, sebab dapat menyebabkan kerugian.

Pada gambar dibawah ini, diperlihatkan kinerja Manajer Investasi Reksadana Saham.

Reksadana Saham

Sumber: Bareksa.com

Tabel diatas menunjukkan kinerja Manajer Investasi dalam 10 tahun terakhir, hasilnya dalam 10 tahun kinerja reksadana saham dapat memiliki return yang sangat tinggi, mengalahkan jenis Reksadana lainnya.

Namun coba Anda perhatikan apabila Anda menginvestasikan dana pada Reksadana Saham hanya  dalam kurun waktu 1-5 tahun, nilai investasi Anda bisa jadi belum memberikan hasil.

Kesimpulan

Sebelum berinvestasi, cermati terlebih dahulu mana jenis investasi reksadana yang paling cocok untuk pemula dengan profil resiko Anda, seberapa besar Anda dapat menanggung lama investasi dan resiko yang diberikan dari reksadana tersebut.

Sesuaikan juga dengan tujuan investasi Anda, bila Anda menginginkan return dalam jangka waktu yang relatif singkat, Anda dapat mengambil Reksadana jenis Pasar Uang dan Pendapatan Tetap.

Namun Apabila Anda memiliki uang dingin yang tidak Anda gunakan dalam waktu dekat, Anda dapat memilih Reksadana jenis Campuran maupun Saham untuk jangka yang lebih lama lagi.

Nah.. sekian mengenai pembahasan mengenai reksadana,

Jika Anda menyukai artikel ini, silahkan share ke seluruh media sosial yang Anda punya.

Selamat berinvestasi, dan sampai jumpa di artikel investasi lainnya. 🙂

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *