Jenis Rasio Profitabilitas :: Analisis Fundamental Saham

jenis rasio profitabilitas, analisis fundamental saham

Terdapat beberapa jenis rasio profitabilitasi, rasio ini digunakan untuk menganalisa seberapa besar kemampuan perusahaan dalam mencetak laba,

Rasio profitabilitas selalu digunakan untuk analisis fundamental saham, ada beberapa jenis rasio profitabilitas yang akan kita bahas dibawah ini.

Lo Kheng Hong sebagai bapak investor indonesia yang legendaris pernah berkata, inti dari berinvestasi saham salah satunya adalah mencari perusahaan yang mempunyai Profit Besar.

Kami terjemahkan dari statement dari sang Legenda Investasi Saham, bahwa kita mencari perusahaan tidak hanya mempunyai profit besar saja, melainkan Profit Besar dan Konsisten !! beberapa tahun yang lalu, biasanya dalam 5 tahunan

* sebelumnya kami sudah pernah memberikan tips analisis fundamental saham di link ini cara analisis fundamental saham

Lihat Rasio Gross Profit Margin (GPM) Laporan Keuangan

Gross Profit Margin adalah laba kotor perusahaan, jenis rasio profitabilitas ini mengukur berapa uang yang didapatkan perusahaan dengan modal yang dimiliki, beberapa point yang diperhatikan dalam GPM adalah :

  • Gross Profit Margin tidak minus (-) Negatif
  • Gross Profit Margin selalu meningkat linear dari tahun-tahun sebelumnya

Lihat Rasio Net Profit Margin (NPM) Laporan Keuangan

Net Profit Margin adalah laba bersih yang diperoleh perusahaan setelah GPM dikurangi dengan beban perusahaan seperti biaya produksi, operasional, pajak dan lain-lain

NPM ini adalah indikator dalam menilai profitabilitas suatu perusahaan, banyak investor mencari saham untuk investasi jangka panjang dengan melihat rasio NPM guna mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan dalam mencetak laba.

Studi kasus

Analogi Gross Profit Margin (GPM) dan Net Profit Margin

Jika anda mempunyai usaha penjualan furniture dengan modal 100 juta untuk membeli mebel yang akan anda jual kembali, setelah 1 bulan barang jualan anda habis terjual dengan mendapatkan total income sebesar 250 juta,

Berarti Gross Profit Margin anda adalah 250 Juta sedangkan Net Profit Margin anda adalah 250 juta – 100 juta = 150 Juta.

Net Profit Margin istilah lainnya adalah laba bersih yang dihasilkan perusahaan, yang lebih baik adalah NPM, karena GPM tidak menjadi jaminan profit ketika diimbangin biaya operasional yang banyak, hasilnya laba bersihnya sedikit.

Sebaliknya jika NPM nya tinggi, maka sudah pasti perusahaan itu mempunyai profitabilitas baik.

Namun apakah melihat GPM dan NPM sudah cukup untuk melihat profitabilitas ?? tentu saja tidak.

Lihatlah Rasio Asset Turn Over Perusahaan

Jenis rasio profitabilitas yang ini sebenarnya opsional, tidak menjadi critical point,

Asset Turn Over ini mengukur apakah asset perusahaan mempunyai liquiditas yang baik ?? emm.. maksudnya seperti ini…

Asset Perusahaan yang liquid dibutuhkan perusahaan, karena ini sebagai indikator apakah penjualan produk perusahaan sedang mengalami kesulitan atau tidak ??

Boleh saja Net Profit Margin Perusahaan Tinggi, namun kita jika Asset Turn Over rendah artinya perusahaan ini sedikit kesulitan untuk menjual produknya.

Kesimpulanya

Walaupun saat menjual produknya mempunyai laba tinggi, namun jika produknya susah dijual atau tidak liquid, maka tidak menjadi hal yang menarik lagi

Maka dari itu, salah satu cara mencari saham yang cocok untuk investasi adalah :

Carilah Perusahaan yang mempunyai Profitabilitas baik dengan NPM nya tinggi, & Asset Turn Over tidak Rendah

Lihatlah Rasio Return on Equity (ROE)

ROE adalah Return on Equity, ini rasio yang membandingkan laba yang diperoleh perusahaan dengan Ekuitasnya, Ekuitas disini berarti seluruh aset perusahaan yang sudah dikurangi dengan hutang/kewajiban perusahaan.

Jenis rasio profitabilitas ini mengukur seberapa besar keuntungan yang dapat dicapai perusahaan, dengan bermodal ekuitas yang ada

Jadi ekuitas ini adalah asset bersih yang dimiliki perusahaan,

Nah, dari Ekuitas sebesar sekian, seberapa besar perusahaan bisa mencetak laba ??? Semisal perusahaan A mempunyai Ekuitas sebesar 1Trilyun, dalam setahun bisa mencetak laba sebesar 250Milyar,

Artinya Perusahaan A mempunyai ROE sebesar :

250Milyar / 1Trilyun x 100 = 40%

Cukup besar ROE nya maka semakin bagus Profitabilitas perusahaanya dan sebaliknya

jenis jenis rasio profitabilitas diatas adalah rasio untuk menentukan apakah Perusahaan memiliki profitabilitas yang baik, namun untuk menganalisa lebih dalam tidaklah cukup.

Diperlukan analisis fundamental yang lebih mendalam untuk memastikan apakah perusahaan layak untuk kita berinvestasi

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *