Bab Keempat, Menerangkan beberapa istilah yang harus anda pahami saat sedang berinvestasi, apalagi jika anda seorang yang baru terjun dunia investasi saham

Selamat Belajar,..

Sebelum berinvestasi saham kami menyarankan anda sebaiknya mengetahui istilah-istilah dalam bursa saham agar ditengah-tengah jalan tidak kebingungan saat anda akan berinvestasi, lalu menjumpai istilah asing, akhirnya dapat menghambat proses investasi anda. Berikut ini adalah istilah dalam Bursa Saham.

4 Huruf Kode Saham

Saham masing-masing perusahaan biasanya di singkat dengan 4 huruf, contohnya seperti saham Perusahaan BCA disingkat menjadi BBCA, selain itu saham Perusahaan Unilever disingkat menjadi UNVR dan perusahaan-perusahaan lain juga demikian.

Lot & Lembar

Secara fisik saham perusahaan berbentuk lembaran-lembaran kertas, pada bursa efek indonesia saham dijual dengan satuan Lot, satu Lot adalah 100 lembar saham. Jadi jika kita ingin membeli saham untuk investasi, tidak boleh membeli hanya satu lembar atau beberapa lembar, minimal adalah satu Lot, yang terdiri dari seratus lembar saham.

Price / Harga

Harga saham perusahaan sangat bervariatif, contohnya adalah saham Perusahaan BRI (BBRI), satu lembar saham BRI dijual dengan harga Rp. 4300,- (empat ribu tiga ratus rupiah). namun karena kita minimal membeli saham dengan satuan Lot, maka saham satu Lot BRI dijual dengan harga 4.300 x 100 = Rp. 430.000,- (empat ratus tiga puluh ribu rupiah). Ingat harga diatas adalah contoh, karena harga saham fluktuatif bisa berubah perdetiknya.

Di dalam istilah price terdapat juga istilah Open Price, Low Price, High Price, Last Price, Avg Price, Close Price. Open Price merupakan harga dimana awal saat bursa pembukaan pasar (Jam 09.00 Am), Low Price adalah harga paling rendah pada hari itu, High Price adalah harga paling tinggi pada hari itu, Last Price adalah harga terakhir / Close Price pada hari kemarin atau satu hari sebelumnya, Close Price sendiri adalah harga penutup atau harga terakhir pada hari ini dan Avg Price atau biasanya adalah Current Price adalah harga rata-rata saat ini juga.

Index Saham Gabungan (IHSG)

Index saham adalah dimana saham-saham perusahaan dikelompokan berdasarkan jenis dan kategori dan bidang usahanya. Secara default semua saham dikelompokan dalam satu index yaitu Index Harga Saham Gabungan atau disingkat adalah IHSG, saat anda sudah berinvestasi saham pasti anda akan familiar dengan istilah IHSG.

Kemudian saham di kelompokan lagi berdasarkan jenis usahanya, seperti Agriculture, Perbankan, Otomotif, Konsumer, Konstruksi dan lain-lain. Selain itu saham juga dikelompokan berdasarkan kinerjanya mana saham yang bagus dan layak untuk di investasikan mana yang kurang baik untuk berinvestasi. Jadi anda semua para calon investor tidak usah kebingungan untuk memilih saham perusahaan mana.

Index Saham LQ45

LQ45 merupakan pengelompokan 45 perusahaan yang memiliki laporan keuangan yang bagus namun juga mempunyai Liabilitas yang relatif rendah. Saham LQ45 ini biasa disebut para investor adalah saham Bluechip, Saham yang layak untuk diinvestasikan karena sudah pasti mendapat keuntungan baik Capital Gain atau Deviden.

Broker / Sekuritas

Banyak orang kebingungan pada kedua istilah ini, broker dan sekuritas, sebenarnya kedua istilah ini adalah sama, sekuritas ya broker itu. Fungsi dari broker adalah sebagai perantara dari Bursa Efek Indonesia dan Investor. Jadi jika kita akan berinvestasi tidak bisa secara langsung datang ke kantor Bursa Efek Indonesia dan langsung Investasi, Bursa Efek Indonesia sudah menyediakan mitra kerjasama dengan perusahaan sekuritas yang akan melayani kita dalam jual beli saham, Nah ini lah fungsinya Sekuritas sebagai broker / makelar dari Investor ke Bursa Efek Indonesia.

Emitten

Emitten adalah perusahaan itu sendiri, jadi jangan bingung ketika anda menjumpai istilah emitten, sebenarnya emitten ya perusahaan itu sendiri, Saham BBCA emittenya adalah Perusahaan BCA, Saham UNVR Emitennya adalah Perusahaan Unilever. Sekali lagi ini hanya istilah saja.

IPO (Initial Public Offering)

Kenapa kok saham perusahaan bisa di perjual belikan ? awalnya bagaimana ? Nah IPO ini merupakan penawaran terhadap perusahaan yang ingin menjual sahamnya kepada publik melalui Bursa Efek Indonesia. Sebelum bisa di jual belikan sahamnya, perusahaan wajib IPO terlebih dahulu, Nanti setelah IPO baru sahamnya bisa di perjual belikan.

Capital Gain / Loss

Capital gain / loss adalah ketika kita menjual saham kita dan mendapatkan keuntungan atau kerugian, keuntungan menjual saham adalah seperti ini ilustrasinya, misalkan hari ini anda membeli saham perusahaan BRI (BBRI) pada harga 4300, dan satu minggu kemudian harga saham BBRI naik menjadi 4500 maka anda akan mendapatkan keuntungan sebesar 200 rupiah dikalikan dengan berapa lembar saham yang anda beli, dan sebaliknya.

Analisa Fundamental & Teknikal

Nah ini yang sering di perbincangkan para investor, fungsi kedua analisa diatas adalah untuk memprediksi dan membaca arah pergerakan harga saham. Pada Analisa Fundamental, investor membaca pergerakan harga saham dengan menganalisa pertumbuhan perusahaan dari laporan keuangan baik neraca laba rugi, bagaimana asetnya, Bagaimana liabilitasnya yang intinya menganalisa apakah perusahaan ini mempunyai kinerja dan performa yang baik, karena perusahaan yang kinerjanya akan mendapatkan banyak keuntungan dan investor juga akan mendapatkan deviden yang lebih. Dengan kondisi ini maka secara otomatis akan menarik investor-investor lainnya untuk memiliki saham perusahaan tersebut.

Sedangkan Analisa Teknikal sama sekali tidak membaca pertumbuhan perusahaan melainkan membaca dari pergerakan grafik harga saham. Banyak sekali teknik indikator yang di gunakan secara teknikal demi membaca pergerakan harga, seperti Moving Average, MACD, Stochastic dan masih banyak indikator teknikal yang lain.

Master Saham Indonesia
MSI memberikan edukasi kepada anda tentang cara berinvestasi di pasar modal, serta tips berinvestasi hingga menjadi Master
https://mastersaham.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *