Contoh Analisis Teknikal Saham :: Studi Kasus & Praktek Langsung

contoh analisis teknikal saham

Sudah tidak sabar rasanya ingin share kepada kalian, pengalaman saya satu ini berkaitan dengan contoh analisis teknikal saham yang sering digunakan oleh bandar saham, bandar forex, bandar crypto dan bandar-bandar yang lain

Kebetulan kemaren saya mengikuti pelatihan junior dealer treasury dan singkatnya saya bertemu salah satu market maker/bandar di indonesia namun dia di bidang forex exchange,

Ya langsung saja saya interview kepada beliau, pertanyaanya adalah “Indikator Analisis Teknikal apa yang digunakan oleh anda dan rekan-rekan ??”

Kemudian dia menjawab : “Saya dan rekan-rekan biasanya menggunakan indikator MACD, RSI, Stochastic dan Bollinger Band”.

Setelah itu dia memberikan nasihat juga kepada kita, bahwa indikator teknikal hanyalah sebuah indikator yang mengukur kecenderungan harga pasar berdasarkan harga di masa lampau, jadi untuk para junior-junior hendaknya berhati-hati dalam menggunakanya, karena analisis teknikal ini tidak 100% akurat.

Oke Noted !!, MACD, RSI, Stochastic & Bollinger Band yaa ?? saya hanya perlu jawaban ini saja.. hehe

Sebenarnya saya juga sudah pernah mengulas indikator-indikator ini sebelumnya, anda bisa baca di link ini :

Sepertinya diantara banyak indikator analisa teknikal saham hanya ini saja yang digunakan oleh mayoritas bandar/market maker,Contoh Analisis Teknikal Saham Indikator MACD

Dan kabar baiknya, disini saya ingin share kepada kalian semua tidak hanya teori namun juga prakteknya, contoh analisis teknikal saham menggunakan indikator-indikator diatas, Langsung saja..

Contoh Analisis Teknikal Saham Indikator MACD

Cara Menggunakan Indikator MACD
Cara Menggunakan Indikator MACD

Cara menggunakan indikator MACD dengan menunggu momentum perpotongan garis seperti yang saya tandai warna merah pada gambar ini,

Itulah kondisi Over Sold, saatnya kita membeli saham nya, karena ini kondisi karena potensi harga akan naik sangat besar,

Dan kita tunggu momentum perpotongan garis seperti tanda warna biru, itulah kondisi Over Bought saatnya kita menjual sahamnya

Disini kita bisa mendapatkan profit cukup besar, dan akurasi indikator MACD ini memang dikenal sangat akurat.

Untungnya saya juga sudah membuat video tutorialnya cara menggunakan indikator MACD, video nya ada dibawah ini yaa,

Tutorial Menggunakan Indikator RSI

Cara Menggunakan Indikator RSI
Cara Menggunakan Indikator RSI

Cara Menggunakan Indikator RSI dengan menunggu momentum Over Sold & Over Bought, sama seperti indikator MACD sebelumnya,

Momentum Over Sold ketika garis pada RSI keluar dibawah rata-rata harga seperti yang saya tandai lingkaran merah pada garis di gambar ini, Inilah saatnya kita beli

Sedangkan momentum Over Bought ketika garis RSI keluar diatas rata-rata harga seperti tanda lingkaran biru digambar ini, dan inilah saatnya kita jual

Rata-rata harga adalah area yang berwarna ungu, ketika garis RSI sudah dibawah dan keluar itu berarti sudah terlalu jenuh menjual, dan sebaliknya

Tutorial Menggunakan Indikator Stochastic

Cara Menggunakan Indikator Stochastic
Cara Menggunakan Indikator Stochastic

Cara Menggunakan Indikator Stochastic dengan menunggu perpotongan garis yang ada dibawah rata-rata harga, seperti yang saya lingkari garis merah di gambar ini, ini adalah kondisi Over Sold, saatnya kita beli.

Sedangkan kondisi Over Bought seperti yang saya tandai lingkaran biru dimana perpotongan garis diatas rata-rata harga, ini momentum kita jual sahamnya,

Rata-rata harga adalah area yang berwarna ungu,

Stochastic ini momentumnya tergolong cepat, hanya beberapa hari, yaa sekitar 3-4 hari, jadi harus cermat memantau harganya yaa.

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *