Cara Menabung yang Benar :: Jangan Pernah Nabung di Bank !!

cara menabung yang benar

Menabung pangkal kaya“, ternyata peribahasa ini benar adanya dan sudah terbukti oleh para milyarder dan konglomerat, hanya dengan menabung saja mereka bisa menjadi kaya raya, sebaiknya anda wajib memahami cara menabung yang benar ini jika ingin seperti mereka,

Dan anehnya, sekarang ini banyak sekali anak yang masih muda, umurnya baru 20 tahunan tetapi sudah memiliki harta bukan lagi ratusan juta, tetapi milyaran rupiah. kok bisa ?

Merubah Mindset Tentang Menabung

Sebagain kalian pasti beranggapan “akh, itu memang dasarnya udah kaya duluan, harta warisan, punya orang tua“. tetapi faktanya tidak demikian, beberapa dari mereka memang menjadi seorang pengusaha, merintis dari awal bahkan berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja.

Namun yang mengejutkan, ternyata ada beberapa dari mereka hanya bekerja di perusahaan seperti kalian-kalian dan orang-orang pada umumnya, penghasilan perbulannya pun standar, tetapi kok bisa jadi milyarder ? Apakah mereka mempunyai usaha sampingan ? ternyata juga tidak.

Rahasianya ada pada “Menabung“, mereka menyisihkan sebagian dari penghasilanya, kemudian mereka menabung. Sangat sederhana bukan ?

Jika hanya ini rahasianya, semua orang pun bisa melakukanya, benar bukan ? termasuk juga kalian-kalian, lantas apa rahasianya mereka ?

Ternyata Mereka

Tidak Menabung di BANK

Bingung kan ? trus nabung dimana ? di bawah bantal ?

Tidak Menyimpan Semua Uang di Bank

Ternyata sebagian besar uang mereka disisihkan untuk berinvestasi di Saham atau Reksadana, BANK hanya mereka jadikan media menyimpan untuk keperluan transaksi kehidupan sehari-hari saja.

Hanya sebanyak 30 % saja dari keseluruhan harta mereka yang berada di BANK, selebihnya mereka Investasikan di Saham & Reksadana.

Mengapa mereka lebih memilih menabung di saham atau reksadana ?

MSI mengutip dari kata-kata Andika Sutoro Putra, seorang investor sukses juga seorang milyarder muda yang masih berusia 26 Tahun, “Menabung Saham seperti membuat Efek Bola Salju”.

Bola salju yang kita buat, lama kelamaan akan membesar, layaknya seperti investasi baik saham atau reksadana.

Uang yang kita tabungkan, selama beberapa tahun akan berlipat ganda dan semakin banyak hingga ratusan persen.

Mari kita buktikan pendapat dari Andika, kita bandingkan Bank, Saham dan Reksadana.

Menyimpan uang di Bank,

Deposito Bank Untungnya Sangat Kecil

Beberapa produk yang ditawarkan Bank adalah Tabungan dan Deposito, kedua ini rata-rata bunga yang diberikan selama satu tahun adalah 5%, walaupun ada juga yang mau memberikan hingga 8%,

Misalnya saja anda mempunyai uang 500 juta, anda simpan di Bank, untuk dana sebesar ini biasanya pihak Bank akan memberikan anda spesial rate, tidak 5% lagi bunganya, melainkan bisa sampai 8%, itu karena dana yang di titipkan tergolong banyak.

Oke, 8% bunganya. Berarti dalam satu tahun anda mendapatkan bunga sebesar 8/100 x 500 juta, yaitu sebesar 40 juta dalam satu tahun, waw.. fantastis.

Berarti dalam satu bulan anda mendapatkan 40 juta / 12 bulan, yaitu sebesar 3,3 juta. Anda tidak usah bekerja, karena satu bulan anda sudah dapat pasif income sebesar 3,3 juta, ini belum termasuk pajak ya.

Pajaknya sebesar 20%, berarti anda dalam satu tahun menerima bersih sebesar 32 juta rupiah karena sudah dikurangi pajak.

Ya, masih 2 juta koma sekian dalam satu bulan, masih oke lah buat hidup.

Banyak ya ?? memang menggiurkan sekali,

Itu kita asumsikan dalam satu tahun bisa mendapatkan 32 juta dari deposito Bank 500 juta, bagaimana jika kita depositokan selama 5 tahun ??

Ya, mudah saja, tentu saja dikalikan 5 kali, 32 juta dikali 5 tahun, berarti 160 juta, Uang 500 juta, kita endapkan selama 5 tahun bisa berlipatganda hingga 660 juta (500 juta + 160 juta).

Dengan melihat hasil simulasi Bank diatas pasti diantara anda ada yang langsung merasa puas dan ingin segera melakukanya, jangan terburu-buru dulu, baca ini hingga selesai.

Alternatif ke-1 adalah Reksadana

Setelah membahas Bank, selanjutnya kita bahas mekanisme jika kita menabung di Reksadana,

Gambaran reksadana itu sendiri adalah, kita menyimpan uang di sebuah lembaga reksadana, kemudian oleh Manajer Investasi mereka, uang kita diolah, di alokasikan ke berbagai tempat seperti pasar saham, obligasi, pasar uang, forex dan lain – lain.

Kemudian kita sharing profit dari keuntungan Manajer Investasi Reksadana.

Rata-rata reksadana dalam setahun bisa mendapatkan 15% keuntungan, itu sudah bersih dari pajak.

Reksadana itu sendiri juga relatif aman untuk menabung, yang artinya 99% orang yang menabung reksadana sudah pasti untung. Kecuali jika perusahaan reksadana yang kalian pilih tidak baik secara performanya.

Oke, Satu tahun direksadana untung rata-rata 15%, itu nilai rata-rata, bisa saja untung hingga 19%, atau 12%. Lihat salah satu contoh reksadana dibawah ini,

cara menabung yang benar
Keuntungan Investasi Reksadana

Reksadana diatas dalam satu tahun keuntunganya 17%,

MSI tarik nilai rata-rata 15% saja. menabung sebesar 500 juta, dalam setahun kita mendapatkan keuntungan sebesar 75 juta rupiah, artinya dalam satu bulan kita mendapatkan keuntungan sebesar 6,3 juta, dengan kalian hanya tidur, jalan-jalan, shopping, liburan, tidak usah bekerja kalian bisa mendapatkan uang.

Itu hasil bersih, sudah termasuk pajak. Tidak seperti Bank yang profit bunga nya masih terkena pajak.

Bagaimana jika kita endapkan dana 500 juta dalam 5 tahun ? apakah hanya dikalikan 5 saja ?

Tentu saja tidak kawan, rata-rata Reksadana semakin kesana, semakin tinggi juga profitnya, Sangat mungkin sekali jika tahun ini anda mendapatkan keuntungan 15%, bisa saja 2 tahun mendatang anda mendapatkan 20%, dan di tahun-tahun berikutnya.

Intinya bisa jadi lebih banyak.

Jika kita gambarkan dengan grafik, keuntungan yang Kalian dapatkan, kurvanya melengkung keatas.

Menurut kalian bagaimana ? dibandingkan dengan Bank tadi ?

Menurut MSI, jika kalian masih pemula, mulailah terlebih dahulu dengan Reksadana, karena ini sangat aman dan pasti untung.

Tinggal kalian memilih perusahaan reksadana yang bagus, bisa dimulai dengan uang 100 ribu, anda sudah bisa menabung reksadana.

Lantas, bagaimana dengan Saham ?

Setelah kita kupas tuntas Bank dan Reksadana, yang terakhir adalah Saham.

Alternatif ke-2 adalah Saham

Keuntungan yang di berikan jika kita berinvestasi saham sangat tinggi, Namun tinggi juga resiko yang harus di terima jika gagal. “High Risk, High Gain”.

Tetapi, resiko ini dapat kita hindari jika kita bisa memilih saham yang bagus.

Contoh saham yang bagus seperti saham perusahaan BCA, dalam satu tahun harga saham ini bisa naik hingga 22%.

Coba perhatikan gambar dibawah ini,

cara menabung yang benar
Saham Perusahaan BCA

Lihat saja dalam 5 tahun, dari tahun 2015 harga saham BCA 12 ribu, sekarang 2020 harga saham BCA sudah 33 ribu, berapa persen kenaikannya?

Hampir 200 % kenaikanya, misalkan anda ditahun 2015 investasi saham BCA sebesar 500 juta, di tahun 2020 anda sudah bisa beli mobil Alphard seharga 1 Milyar, itu saja sisanya masih bisa anda gunakan membeli lain – lain.

Ada juga yang sehari bisa naik hingga 10% lebih, lebih gila lagi kan ?

Jika anda penasaran tentang saham, anda bisa membaca lebih lanjut terkait Pentingnya Investasi Saham di link ini Pentingnya Berinvestasi Saham.

Pantas saja mereka lebih memilih menyimpan uang di Reksadana atau Saham, ternyata memang benar, return profit yang di berikan lebih besar dari pada Bank. Inilah cara menabung yang benar ala milyarder..

Review Overview
SUMMARY

cara menabung yang benar seperti para milyarder, hanya dengan menabung orang bisa kaya raya, ternyata mereka tidak menabung di bank

You Might Also Like

One Reply to “Cara Menabung yang Benar :: Jangan Pernah Nabung di Bank !!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *