5 Rasio Keuangan Untuk Memilih Saham yang Tepat

cara memilih saham yang tepat

Ini merupakan kumpulan pertanyaan semua orang saat akan berinvestasi saham, sebelum mengetahui cara memilih saham yang tepat.

Mau investasi di saham apa yah ? saham mana yang bagus yah ? saham mana yang bakal menghasilkan keuntungan yah ?

Intinya banyak dari mereka masih kebingungan menempatkan uang di saham mana yang akan menghasilkan keuntungan nantinya, jangankan orang yang awam, seorang investor yang sudah paham juga terkadang merasa kebingungan.

Sebenarnya MSI sudah berikan pengetahuan sebelumnya di artikel ini “Cara Analisis Fundamental Saham“,

Namun dalam kondisi apapun itu, jika kita memilih saham yang tepat dengan melihat fundamental bisnis perusahaan, ini merupakan cara pemilihan saham yang terbaik, meskipun pasar dalam keadaan tidak stabil/krisis sekalipun.

MSI tidak ingin kalian menelan mentah-mentah materi di artikel ini, jadi sebelum MSI memberikan ke-5 rasio itu, ada baiknya anda memahami beberapa hal dibawah ini,

Perusahaan Besar dengan Profit Besar itu Wajar, Namun Perusahaan Kecil dengan Profit Besar itu Mutiara

Jika terdapat perusahaan yang sudah tumbuh besar dan profit besar, Itu Sudah Wajar, namanya juga perusahaan besar.

Namun adakah perusahaan yang kecil, tetapi profitnya besar ?? ternyata ada,

Inilah pentingnya rasio untuk bisa menemukan perusahaan-perusahaan yang sebenarnya bagus namun memang belum besar, justru ini kesempatan investor untuk bisa membeli saham perusahaan ini.

bingung ?? oke, coba kita ilustrasikan saja..

Perusahaan Besar Vs Perusahaan Kecil

Studi kasus, antara saham BUMN Adhi Karya (ADHI) dan saham anak perusahaan Wijaya Karya yaitu Wijaya Karya Bangunan Gedung (WEGE)

cara memilih saham yang tepat
RASIO PROFITABILITY ADHI & WEGE

ADHI jelas sekali ini perusahaan besar, dia salah satu BUMN dibidang konstuksi, dan WEGE adalah perusahaan kecil hanya anak perusahaan dari BUMN Wijaya Karya.

Kita lihat gambar tabel diatas, terdapat 2 point rasio yaitu Gross Profit, Operating Profit dan Net Profit

Gross Profit adalah keuntungan kotor dari bisnis utama perusahaan, Operating Profit adalah keuntungan dari operasional perusahaan, dan Net Profit adalah Keuntungan bersih yang sudah dikurangkan dengan modal/biaya operasional.

Disini ADHI sangat mengungguli WEGE pada Gross Profit dan Operating Profit, tetapi tunggu dulu,

Jika kita lihat Net Profit WEGE bisa menciptakan Net Profit yang lebih tinggi dari ADHI bahkan mendekati Net Profit rata-rata dari sektor nya.

Kenapa bisa seperti ini ? mungkin saja ADHI mempunyai beban operasional perusahaan yang lebih banyak, jadi Net Profit nya menjadi kecil dibandingkan WEGE.

Dan masih banyak rasio-rasio yang bisa digunakan sebagai analisa, contohnya rasio diatas,

Nah, ini lah yang akan MSI terangkan pada point-point selanjutnya, tetapi sebelumnya kalian memang harus memahami hal-hal diatas terlebih dahulu agar semakin dalam pemahamanya.

Jadi terbuktikan ? Perusahaan yang kecil belum tentu jelek, dan sebaliknya.

Inilah pentingnya Rasio Keuangan,

Sudah saatnya anda mengerti tentang 5 rasio yang akan MSI jelaskan, berikut ini adalah 5 rasio penting untuk menganalisa suatu saham secara fundamental.

5 Rasio Penting dalam Memilih Saham

1. Valuasi PBV

Inti dari rasio PBV dan PER (di point 2 dibawah) adalah untuk mencari saham yang harganya sedang murah, sederhananya seperti itu.

Price Book Value adalah rasio untuk menggambarkan harga suatu saham sedang murah atau mahal, dengan rumus (Harga Saham / Jumlah Saham Beredar).

Menurut buku-buku seperti itu, tetapi disini MSI akan menjelaskan dengan bahasa & ilustrasi yang sangat mudah.

Pada dasarnya membeli saham adalah membeli kepemilikan sebuah perusahaan, saham sendiri disimbolkan dengan lembaran-lembaran yang diperjualbelikan.

Ilustrasinya seperti ini,

Perusahaan A ingin mendapatkan modal pendanaan untuk memperluas sektor usahanya, dan perusahaan itu menjual sahamnya kepada masyarakat publik dengan mengedarkan 1 juta lembar saham,

Jika anda membeli sahamnya sebanyak 500 ribu lembar saham, artinya anda adalah seorang pemilik perusahaan A dengan aset sebanyak 50%, dan jika anda mempunyai 1 juta lembar saham itu, berarti perusahaan A sekarang sudah jadi milik anda seutuhnya 100%, bukan begitu ?

Sampai disini paham ya ?

Konsep rasio PBV sebenarnya tidak jauh dari situ,

Misalkan perusahaan A, harga sahamnya 1000 perlembar dan perusahaan tersebut mengedarkan 10 ribu lembar saham.

Terdapat juga Perusahaan B, harga sahamnya 1000 perlembar dan perusahaan tersebut mengedarkan 1 juta lembar saham.

Mana yang lebih murah nilai sahamnya ? perusahaan A atau B ?

Jika anda membeli saham perusahaan A satu lembar berarti anda memiliki kepemilikan perusahaan A sebesar 1/10.000 = 0.00001.

Dan jika anda membeli saham perusahaan B satu lembar, anda memiliki perusahaan B sebesar 1/1.000.000 = 0.0000001.

Tentu saja lebih murah yang A, anda sama-sama membeli dengan harga 1.000 perlembar, tetapi nilai kepemilikan anda jauh lebih besar perusahaan A dari pada B.

Seperti itu lah filosofinya rasio PBV.

2. Valuasi PER

Membahas PER agak sedikit panjang, namun sangat penting sekali, lanjutkan membaca..

Price Earning Ratio atau disingkat dengan PER, merupakan hasil bagi dari harga saham perlembar dan Earning Per Share (EPS).

Rumus PER adalah (Harga Saham / EPS).

Sedangkan EPS sendiri adalah jumlah laba bersih (Net Profit Margin) dibagi dengan jumlah lembar saham yang beredar.

Rumus EPS adalah (NPM / Jumlah Lembar Saham)

Oke, MSI tahu anda mungkin bingung dengan definisi PER diatas, anda jangan bingung dengan definisi diatas, intinya adalah semakin rendah PER berarti menandakan harga saham itu sedang dibawah rata-rata alias Murah, tetapi tunggu dahulu,

Murah disini juga tidak bisa sembarangan menyimpulkan begitu saja, kalian harus membandingkan dengan saham-saham lain yang satu sektor, bagaimana PER dari saham-saham lain yang sejenis ?? barulah anda bisa menyimpulkan Murah atau Mahal

Dan cara ini juga berlaku untuk PBV dan semua Rasio-rasio dibawah,

Sekarang coba kita studi kasus ya, dibawah ini adalah perbandingan dari 5 saham sektor konstruksi, anda fokus saja pada Current PE Ratio (Annualised), karena ini adalah PER, istilah namanya saja yang berbeda.

cara memilih saham yang tepat
Data PER Saham Konstruksi per tanggal 9 April 2020

1. Bandingkan nilai PER Sektor Industri dengan nilai PER Saham-Saham yang lain

Kita lihat terlebih dahulu pada kolom Sektor (ini nilai PER sektor Industrinya), PER pada sektor konstruksi bernilai 10.91 yang artinya jika nilai PER dari saham-saham diatas kurang dari nilai PER sektor industrinya, maka bisa di bilang saham-saham ini relatif Murah dan sebaliknya.

Ternyata nilai dari semua saham baik WSKT, WIKA, ADHI, PTPP dan WEGE nilai PER nya dibawah Sektor Industrinya yaitu 10,91.

Berarti semua saham konstruksi saat ini sedang murah-murahnya, sekarang kita coba lebih mengerucut lagi. Kita bandingkan satu saham dengan saham-saham yang lain.

2. Bandingkan nilai PER satu Saham dengan Saham-saham yang lain

Mana yang nilai PER nya paling kecil ?? jawabanya adalah WEGE, ya saham inilah yang paling murah, lalu kedua siapa ?, ketiga siapa ? tinggal anda urutkan sendiri dari nilai yang paling kecil ke besar.

Jika studi kasus diatas adalah untuk rasio PER, Sekarang untuk PR (Work Home) anda, coba terapkan analisa PER diatas pada rasio PBV dengan cara yang sama.

Oke, sekarang anda sudah tahu ya cara mencari saham mana yang sedang murah,

Lalu langkah selanjutnya apa ? apakah anda langsung investasi di saham itu ??

Sebenarnya ini hak anda masing-masing untuk memutuskan berinvestasi atau tidak, namun MSI disini akan memberi saran, sebaiknya jangan terlalu cepat memutuskan sesuatu, kita harus lebih jeli dan detail lagi dalam memilih saham.

Memang saham tersebut sangat murah sekali nilainya, tetapi anda harus ingat ada pepatah seperti ini,

Ada Harga, maka Ada Rupa

MASTER SAHAM INDONESIA

Belum tentu harga saham yang murah itu baik, anda harus melihat dari perspektif-perspektif yang lain, dan ini masih ada 3 rasio lagi yang harus anda pahami, jadi jangan cepat memutuskan sesuatu.

3. Profitability

JIka rasio PER dan PBV untuk menentukan harga saham sedang murah atau mahal, maka rasio Profitability ini berguna untuk menentukan seberapa besar keuntungan perusahaan.

Kita langsung studi kasus pada saham konstruksi dibawah,

cara memilih saham yang tepat
Rasio Profitability Saham Sektor Konstruksi

Terdapat 3 Komponen utama yaitu Gross Profit Margin (GPM), Operating Ptofit Margin (OPM) dan Net Profit Margin (NPM).

GPM adalah laba kotor,

OPM adalah laba dari seberapa besar kemampuan perusahaan dalam mencetak laba,

NPM adalah laba bersih yang dihasilkan perusahaan tersebut.

1. Perhatikan Pada OPM

Semakin besar OPM, maka semakin baik perusahaanya karena bisa mencetak laba lebih besar.

Saham diatas yang paling besar adalah WIKA & PTPP sama-sama 14%, walaupun masih dibawah rata-rata sektornya yaitu 20%, tetapi kedua saham ini kemampuan mencetak laba nya lebih tinggi dibanding saham lain.

2. Perhatikan Pada NPM

Semakin besar NPM, semakin baik sahamnya karena laba bersihnya tinggi.

Dari kelima saham diatas yang paling tinggi adalah WEGE, walaupun ini adalah perusahaan kecil namun mampu mencetak NPM lebih tinggi dibanding saham-saham lain.

Ini sangat aneh sekali, karena perusahaan lain mempunyai GPM yang tinggi dibanding WEGE, namun WEGE bisa mempunyuai NPM yang lebih tinggi dibanding yang lain.

Ini menandakan, WEGE mampu menekan biaya operasional bisnisnya dengan maksimal, sehingga bisa menghasilkan NPM yang tinggi, walaupun GPM nya tidak terlalu tinggi.

Walaupun NPM nya tinggi, kenapa OPM nya tidak tinggi ? ternyata dikarenakan WEGE ini perusahaan yang masih kecil, dibandingkan perusahaan lain, jadi memang bisnisnya belum banyak.

Tetapi secara performa sangat baik sekali, mampu mencetak NPM tinggi dan menekan biaya operasional bisnis.

Satu lagi keanehan, coba anda perhatikan pada NPM saham WSKT yang mempunyai nilai -2, artinya saat ini perusahaan ini sedang rugi.

Sekali lagi inilah pentingnya rasio dalam menganalisa saham, kita bisa mengetahui secara detail apa yang terjadi pada perusahaan itu.

4. Management Effectiveness

Perusahaan yang efektif dalam menjalankan bisnisnya itu yang dicari banyak investor, ada beberapa rasio yang bisa di gunakan untuk menilai keefektifan manajemen perusahaan.

Langsung studi kasus,

cara memilih saham yang tepat
Rasio Management Effectiveness

Ada 3 rasio penting dalam menilai management effectiveness yaitu ROA, ROE, ROI.

ROA adalah seberapa besar kemampuan perusahaan mencetak laba dengan semua modal asset yang dipunyai baik modal, aset gedung, mobil dan lain-lain.

ROE adalah seberapa besar kemampuan perusahaan mencetak laba dengan modalnya sendiri, modal ini adalah asset lancar bukan seperti gedung, mobil.

ROI adalah seberapa besar kemampuan perusahaan memberikan laba kepada investornya.

Dalam hal ini carilah perusahaan mana yang mempunyai nilai yang tinggi dari ketiga rasio ini (ROA,ROE,ROI)

Jika dilihat dari gambar diatas, sudah dipastikan WEGE mengungguli saham-saham yang lain.

5. Solvency

Dalam perusahaan pasti memiliki kewajiban y6ang harus dipenuhi seperti hutang dan kewajiban-kewajiban lain.

Sebagai Investor juga harus mempertimbangkan bagaimana kondisi perusahaan dalam membayar kewajibanya, jangan sampai tidak bisa membayar kewajibanya bisa dipastikan kedepanya bakal bangkrut.

cara memilih saham yang tepat
Rasio Solvency

Langsung studi kasus,

Pada kasus ini kita hanya melihat 3 rasio saja, yaitu Debt to Equity Ratio (DER), Total Liabilities (TL), Interest Coverage (IC).

DER adalah bagaimana posisi hutang terhadap modal yang tersedia (equity), semakin kecil nilainya menandakan perusahaan ini bagus mengelola hutangnya, karena tingkat kemungkinan perusahaan dapat memenuhi kewajibanya tinggi.

TL adalah jumlah total kewajiban yang ada pada perusahaan tersebut. Semakin sedikit nilainya maka semakin baik.

IC adalah tingkat kemampuan perusahaan dalam membayar kewajibanya, semakin tinggi nilai LR maka semakin bagus.

Jika kita lihat gambar diatas terlihat lagi-lagi WEGE mencetak nilai yang baik dengan nilai rasio DER dan Total Liabilities yang paling sedikit, namun mempunyai nilai rasio IC yang paling tinggi dibanding yang lain.

Point diatas adalah rasio yang sangat penting dan wajib dipelajar, berguna untuk memilih saham yang tepat untuk di investasikan, terimakasih..

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *