Faktanya analisa teknikal sangat mudah dipelajari tidak seperti analisa fundamental yang harus membandingkan dari beberapa faktor, namun MSI tidak menyarankan anda hanya mempelajari analisa teknikal saham saja, anda wajib memahami teknik analisa fundamental saham !!

Kenapa ? Karena alasanya 1, belum ada sejarah seorang investor besar yang sukses dengan mengandalkan analisa teknikal, kalopun ada tidak se sukses yang menggunakan analisa fundamental seperti Warren Buffet dan Lo Kheng Hong.

Dan disini misi MSI adalah untuk memberikan edukasi kepada kalian hingga anda semua bisa menjadi seorang investor yang sukses.

Jika anda belum membaca analisa fundamental, maka SKIP membaca artikel ini !!

Anda bisa membaca cara menganalisa saham secara fundamental terlebih dahulu pada link berikut Cara Analisa Fundamental Saham.

Baik, MSI akan jelaskan, secara keseluruhan analisa teknikal hanya mempunyai 2 modal yaitu, Rumus dan Momentum.

Kalau hanya 2 modal itu, Trus cara memilih saham yang bagus bagimana caranya ?

Aneh kan ? memang aneh, karena terlalu mudah, tapi sebagian besar dari anda pasti menyukai dengan hal-hal yang mudah.

Analisa teknikal tidak memandang saham apa dan bagaimana kinerjanya, laporan keuanganya, profitnya, aset nya, semuanya tidak di hiraukan, yang menjadi acuan hanya ketiga modal diatas.


Baiklah, MSI akan memberikan kalian pengetahuan tentang analisa teknikal saham, anda akan mendapatkan 2 ilmu dari MSI, yaitu Rumus analisa teknikal saham dan Prinsip-Prinsip pergerakan harga.

MSI akan membahas Rumus-Rumusnya terlebih dahulu.

Beberapa Rumus Analisa Teknikal Saham

Di di setiap saham, pasti terdapat Grafik harga yang fluktuatif dengan periode waktu tertentu. Dengan adanya nilai yang fluktuatif (naik-turun), maka beberapa bisa dibaca polanya. Ingat !! MSI menerangkan ada kata-kata “beberapa“, yang artinya tidak semua analisa teknikal berakhir benar ya.

Tetapi memang kebanyakan analisa teknikal selalu berakhir benar, walaupun ada beberapa yang tidak akurat.

Jadi jika anda mempraktekan sendiri teknikal analisis saat jual beli saham dan ketika itu anda Rugi, MSI tidak bertanggung jawab soal ini, karena sudah MSI terangkan diatas, Ttidak sepenuhnya analisa teknikal berakhir benar“.

Namun jika kalian Untung maka berterimakasih lah kepada MSI, hehe..

Inti dari memahami semua Rumus Analisa Teknikal saham adalah dengan mengetahui rata-rata harga Atas dan harga Bawah.

Rumus 1. Membaca Support & Resistance

Ini teknik paling mudah diterapkan, bahkan sebelum membaca artikel ini anda sudah bisa mengira-ngira, caranya membacanya adalah dengan mengetahui rata-rata harga Atas dan harga Bawah melalui grafik saham Emiten.

Dengan mengatahui harga atas dan bawah, anda bisa tahu momentumnya, saat harga saham berada di rata-rata bawah, maka anda bisa langsung membeli sahamnya, dan jika harga saham berada di rata-rata atas anda bisa menjual sahamnya atau tidak membeli sama sekali menunggu harga berada di rata-rata bawah lagi baru anda membelinya.

Bagaimana mengetahui harga ada di rata-rata Atas atau Bawah ? sekarang perhatikan grafik saham kalian.

Cara Membaca Support & Resistance Saham

Tanda lingkaran warna merah merupakan harga rata-rata Atas, dan lingkaran biru merupakan harga rata-rata Bawah.

PERHATIKAN..!!

“Jika Harga di Rata-Rata Bawah, maka Belilah..”

“Jika Harga di Rata-Rata Atas, maka Jual atau Jangan Membeli..”

Menunggu Harga berada di Rata-Rata Bawah Baru Beli lagi

TEKNIK ANALISA TEKNIKAL SUPPORT RESISTANCE SAHAM

Contoh grafik diatas adalah grafik emiten BBTN dalam kurun waktu 3 bulan, kemudian MSI analisa mana rata-rata harga Atas, mana yang bawah.

Setidaknya anda melihat pola grafik emiten 3 bulan kebelakang, kemudian anda analisa polanya mana yang harga rata-rata Atas, mana yang bawah, selanjutnya tinggal tentukan pilihan anda.

Coba kalian lihat lagi gambar diatas dan pahami lagi.

Jika kita umpamakan, ketika kita membeli di area harga rata-rata bawah, dan kita menjual di harga rata-rata atas, maka sudah pasti kita mendapat Keuntungan.


Rumus 2. Indikator MACD

Setiap Grafik Saham Emiten pasti terdapat indikator MACD, jika tidak coba anda tanyakan kepada perusahaan sekuritas anda yang menyediakan fasilitas online tradingnya.

Secara matematis indikator MACD ini adalah kombinasi rata-rata harga dari kurun waktu 12 sampai 26 hari kebelakang, akhirnya ditarik sebuah garis terbentuklah pola MACD ini.

Coba anda lihat gambar dibawah ini,

Cara Membaca Indikator MACD Saham

Letak indikator MACD yang berada di bawah Grafik harga saham, terdiri dari 3 komponen, yaitu Garis Trend Buy (hijau), Garis Trend Sell (merah) dan Garis Tengah.

Cara membaca indikator MACD seperti ini, jika kedua Garis Hijau & Merah berada di area A (di area atas), kemudian Garis Merah memotong Garis Hijau dan arah kedua garis itu kebawah (menuju area B), maka itu adalah momentum untuk Sell/Jual.

Dan jika kedua Garis Hijau & Merah berada di area B (di area bawah), kemudian Garis Hijau memotong Garis Merah dan arah kedua garis itu keatas (menuju area A) maka itu adalah momentum untuk Buy/Beli.

PERHATIKAN..!!!

Garis Hijau memotong Merah berada di Area Bawah menuju Area Atas, maka sinyal BUY/BELI

Garis Merah memotong Hijau berada di Area Atas menuju Area Bawah, maka sinyal SELL/JUAL

RUMUS INDIKATOR MACD

Misalkan, anda membeli di sinyal BUY, dan menjual di sinyal SELL, sudah pasti anda akan mendapatkan keuntungan yang banyak.


Rumus 3. Indikator STOCHASTIC

Tidak berbeda jauh dengan indikator MACD, Stochastic ini perhitunganya sama persis dengan MACD namun yang berbeda hanyalah rentang waktu yang digunakan lebih singkat.

Jadi lebih cocok untuk anda yang suka trading saham dengan cara scalping.

Cara Membaca Indikator Stochastic

Stochastic terdapat 4 Komponen, yaitu Area Atas (A), Garis Atas (GA), Garis Bawah (GB) dan Area Bawah (B).

Cara menggunakanya adalah ketika kedua garis berada di area atas (A) dan garis merah memotong garis biru menuju ke bawah (area bawah), maka ini adalah momentum sinyal SELL/Jual.

Jika kedua garis berada di area bawah (B) dan garis biru memotong garis merah menuju ke atas (area atas), maka ini adalah momentum sinyal BUY/Beli.

PERHATIKAN..!!!

Garis Hijau memotong Merah berada di Area Bawah menuju Area Atas, maka sinyal BUY/BELI

Garis Merah memotong Hijau berada di Area Atas menuju Area Bawah, maka sinyal SELL/JUAL

“Ingat, Indikator Stochastic bergerak lebih Cepat dari MACD”

RUMUS INDIKATOR STOCHASTIC

Rumus 4. Indikator RSI

RSI merupakan indicator yang berfungsi untuk mengukur perubahan harga saham pada periode tertentu, sehingga kita bisa menganalisa keadaan pasar pada saat tersebut apakah sudah Over Sold atau ada di titik jenuh jual atau Over Bought ada di titik jenuh beli.

Dengan memadukan kedua komponen ini kita bisa mengatur momen kapan sebaiknya kita membeli dan menjual saham.

Cara Membaca Indikator RSI

Prinsip membacanya sama dengan pada indikator-indikator sebelumnya, bedanya pada rsi hanya terdapat satu garis saja.

Cara membacanya adalah ketika garis sudah beradai di area bawah, maka itu adalah titik jenuh sold, dan ini adalah momentum sinyal untuk BUY.

Dan jika garis sudah berada di area atas, maka itu adalah titik jenuh Buy, dan ini momentum sinyal untuk SELL


Rumus 5. Indikator Moving Average (MA)

Moving average merupakan indikator yang digunakan sebagai dasar untuk menentukan open position atau close position, dengan ada metode moving average kita bisa mengukur arah pergerakan trend. Pertama kita harus menentukan periode pengamatan (misalnya 5, 20 atau 21 hari ), setelah menentukan harinya, maka kita akan lebih mudah untuk melihat sinyal kapan harus open position dan close position. Semakin panjang MA yang dibuat, maka akan sangat membantu dalam memprediksi trend.

Biasanya pada saat MA berperiode pendek menyentuh MA berperiode panjang, disaat itulah investor akan bisa menentukan posisinya.

Cara Membaca Indikator MA

Cara membacanya sangat sederhana, ketika garis biru memotong keatas garis merah maka itu adalah momentum BUY, dan ketika garis merah memotong garis biru kebawah maka itu adalah momentum SELL.

Jika kita lihat, ketika kita Buy maka saat kita Sell pasti harga sudah jauh diatas saat kita Buy, yang berarti kita mempunyai kemungkinan banyak untungnya.


Beberapa Prinsip & Momentum Analisa Teknikal Saham

Setelah anda mempelajari 5 jurus teknikal saham diatas, MSI akan memberikan beberapa prinsip analisa teknikal saham, ini berdasarkan pengalaman MSI berinvestasi di pasar saham.

Prinsip ini sangat berguna karena harga suatu saham bisa naik dan turun karena beberapa faktor-faktor yang salah satunya adalah prinsip ini.

Prinsip 1. Kenaikan Cepat, di Iringi Penurunan Cepat dan Sebaliknya

Coba anda perhatikan setiap awal pembukaan pasar saham di jam 9 sampai jam 9.30, kemudian anda perhatikan beberapa saham yang bergerak sangat cepat, tiba-tiba dalam hitungan menit sudah naik hingga 5% atau hingga 10%.

MSI menyarankan untuk kasus ini abaikan saja, tidak usah dikejar, jangan terbawa oleh emosi dan nafsu. Kenapa demikian ?

Coba perhatikan, pasti dalam beberapa waktu lagi harga ini akan turun tajam kembali ke harga semula, atau bahkan lebih turun lagi.

Dan sebaliknya, apabila ada saham yang Turun sangat cepat, mungkin hitungan menit sudah turun hingga -5%, atau bahkan -10%, maka saran MSI tunggu dahulu sampai saham itu tidak turun lagi (titik jenuh).

Kemudian perhatikan saja pasti dalam beberapa waktu harga saham ini akan naik kembali, ini yang sering di sebut harga mantul oleh para trader.

Anda bisa memanfaatkan momentum ini untuk meraih profit.

Master Saham Indonesia
MSI memberikan edukasi kepada anda tentang cara berinvestasi di pasar modal, serta tips berinvestasi hingga menjadi Master
https://mastersaham.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *